Simpang Lima Gumul dan Memori Kejayaan Industri Gula
Jumat
sore tanggal 18 September 2015 kemarin di sela-sela nunggu adik yang sedang
kursus di sebuah LBB di Kota Kediri, saya sempatkan untuk pergi ke SLG.
Sebenarnya bosan juga kesana. Paling cuma gitu-gitu saja, begitu pikir saya.
Hanya saja daripada diam dan tak ada kerjaan lebih baik saya berkeliling. Siapa
tahu menemukan sesuatu yang baru. Pada akhirnya ternyata tidak salah saya
menuruti insting. Saat berkeliling kawasan SLG, saya melihat ada lokomotif.
Lokomotif tersebut tepat berada di sebelah barat kawasan SLG.
Jelas
aneh karena cuma ada lokomotif dan relnya yang panjangnya tidak sampai 100
meter dan tanpa gerbong pula. Tidak mungkin ada kereta yang berangkat dari
situ. Setelah beberapa detik berpikir, saya baru sadar. Beberapa tahun lalu
Pemkab Kediri punya wacana untuk membangun museum kereta api atau lebih
tepatnya museum lokomotif di kawasan SLG. Tahun ini akhirnya hal tersebut
terwujud walau memang belum dapat disebut sebagai museum. Sebab benda yang dipamerkan
hanya sebuah lokomotif. Hanya saja setidaknya sebuah lokomotif ini sudah dapat
menimbulkan kesan tersendiri kepada masyarakat yang melihatnya.
Lokomotif
kereta pengangkut tebu ini seperti ingin menunjukkan jika Kediri di masa Hindia
Belanda adalah salah satu kawasan penting dalam kegiatan produksi gula. Orang-orang
tua terutama yang sempat merasakan masa penjajahan Belanda pasti ingatannya
akan terbawa kembali ke masa kecilnya. Mereka lalu akan bercerita kepada
anaknya dan cucunya tentang keberadaan kereta-kereta pengangkut tebu tersebut
sehingga akan timbul rasa penasaran. Penasaran dengan keberadaan kereta
pengangkut tebu. Efeknya, masyarakat akan dihinggapi romantisme masa lalu.
Mereka akan memiliki kesadaran dalam pikirannya bahwa sudah seharusnya
tebu-tebu sekarang tidak diangkut dengan truk tetapi kereta seperti halnya
ketika masa Hindia Belanda dulu.
Hal lain
yang perlu disadari adalah, keberadaan lokomotif tersebut tidak hanya
memberikan efek psikologis bagi masyarakat. Bagi pemkab Kediri, keuntungannya
adalah mendapatkan gengsi. Gengsi sebagai salah satu daerah utama penghasil
gula di masa lalu dan masa kini. Orang akan langsung tahu jika ke Kediri itu
tidak hanya untuk membeli tahu kuning atau karena hendak mengunjungi sebuah
kota bekas pusat kerajaan kuna tetapi juga salah satu daerah utama dalam
produksi komoditas perdagangan Hindia Belanda. Efeknya wisatawan yang datang
akan semakin banyak dan keuntungan ekonomi akan didapat.
Akhirnya
saya pulang dari SLG dengan penuh kelegaan. Kepenatan hilang dan dapat ide
tulisan yang sekarang sedang anda baca ini.